Sabtu, 09 April 2022

MANAJEMEN SEKOLAH

 Nama : Nur Khalis

NIM : 12001314

Kelas : 4H

Prodi : Pendidikan Agama Islam

Makul : Magang 1




Manajemen Sekolah


Dari beberapa sumber yang sudah saya amati/baca bahwasanya di kutip dari Menurut Stoner manajemen secara umum yang dikutip oleh T. Hani Handoko (1995) manajemen adalah proses perencanaan, pengorganisasian, pengarahan, dan pengawasan usaha-usaha para anggota organisasi dan penggunaan sumber daya-sumber daya organisasi lainnya agar mencapai tujuan organisasi yang telah ditetapkan. Sedangkan menurut James Jr. manajemen sekolah adalah proses pendayagunaan sumber-sumber manusiawi bagi penyelenggara sekolah secara efektif. Sedangkan dalam konteks pendidikan ada juga manajemen pendidikan. manajemen sekolah mempunyai arti dan maksud yang sama. Keduanya susah untuk dibedakan karena sering dipakai secara bergantian dalam pengertian yang sama. Apa yang menjadi bidang manajemen pendidikan adalah juga merupakan bidang manajemen sekolah. Demikian pula proses kerjanya ditempuh melalui fungsi-fungsi yang sama, yang diturunkan dari teori administrasi dan manajemen pada umumnya. Nah dalam manajemen sekolah ini pastinya ada yang namanya tujuan. Tujuan manajemen sekolah menurut Sagala (2007) adalah mewujudkan tata kerja yang lebih baik dalam empat hal. Yang pertama, Meningkatnya efisiensi penggunaan sumber daya dan penugasan staf. Kedua, Meningkatnya profesionalisme guru dan tenaga kependidikan di sekolah. Ketiga, Munculnya gagasan-gagasan baru dalam implementasi kurikulum, penggunaan teknologi pembelajaran, dan pemanfaatan sumber-sumber belajar. Dan keempat, Meningkatnya mutu partisipasi masyarakat dan stakeholder. Jika dilihat lagi Tujuan utama penerapan manajemen sekolah pada intinya adalah untuk penyeimbangan struktur kewenangan antara sekolah, pemerintah daerah pelaksanaan proses dan pusat sehingga manajemen menjadi lebih efisien. Dari berbagai paparan tujuan manajemen sekolah ini ada juga beberapa tujuan yang lebih terperinci yaitu Meningkatkan mutu pendidikan melalui kemandirian dan inisiatif sekolah dalam mengelola dan memberdayakan sumber daya yang tersedia, Meningkatkan kepedulian warga sekolah dan masyarakat dalam menyelenggarakan pendidikan melalui pengambilan keputusan bersama, Meningkatkan tanggung jawab sekolah kepada orang tua, masyarakat, dan pemerintah tentang mutu sekolahnya, Meningkatkan kompetisi yang sehat antar sekolah tentang mutu pendidikan yang akan dicapai. Dari tujuan tersebut manajemen sekolah Juga memiliki fungsi tersendiri yaitu Merencanakan cara dan langkah-langkah mewujudkan tujuan program sekolah, Mengalokasikan baik sumber daya maupun kegiatan mengajar sehingga masing-masing tahu tugas dan tanggung jawab, Memotivasi dan menstimulus kegiatan staf pengajar sehingga mereka dapat melaksanakan tugasnya dengan sebaik-baiknya, Mengkoordinir kegiatan anggota staf pengajar dan setiap satuan tugas di sekolah sehingga tenaga dapat digunakan seefektif mungkin, dan Menilai efektivitas program dan pelaksanaan tugas pengajaran dan tujuan-tujuan sekolah yang ditentukan sudah tercapai apa belum. Manajemen Sekolah ini Sebagai lembaga pendidikan formal, jadi Sekolah dikelola secara formal, hierarkis dan kronologis yang berhaluan pada falsafah dan tujuan pendidikan nasional. Sebagaimana disepakati oleh para praktisi pendidikan bahwa pendidikan bisa berjalan karena dibangun oleh beberapa komponen dasar seperti: guru, siswa, kurikulum, bangunan, fisik, media pembelajaran dan sebagainya. Namun dari ke semua yang dianggap mendasar itu, faktor komponen manusia yang terlibat dalam pelaksanaan pendidikan merupakan faktor yang paling menentukan. Dalam Sebuah lembaga pendidikan yang dijalankan secara profesional tentunya memiliki sumber daya manusia yang memadai. Nah, sumber daya tersebut berupa kepala sekolah, guru dan tenaga kependidikan. Berhasil tidaknya sekolah dalam mencapai tujuannya tergantung visi kepala sekolah, karena kendali pengelolaan sekolah berada di tangannya. Kepala sekolah adalah the leader di sekolahnya. Manajemen dan kepemimpinan sebenarnya memiliki kajian yang berbeda. Tetapi keduanya memiliki hubungan yang dekat. Dalam Mengelola pendidikan bukanlah hal-hal yang mudah untuk dilakukan karena mengelola pendidikan sangat rumit. Di sekolah, diperlukan adanya manajemen yang efektif agar pekerjaan dapat berjalan lancar. Mengingat beratnya proses pengelolaan pendidikan di sekolah, maka kepala sekolah sebagai pemimpin harus memahami seni memimpin. kepemimpinan berhubungan dengan kemampuan menentukan arah dan memastikan bahwa kendaraan berada dalam jalan yang sesuai dengan peta yang ditetapkan. Manajer bekerja sesuai dengan sistem, sedangkan kepemimpinan memperbaiki sistem serta membuat arah, tujuan, dan segala hal yang berkaitan dengan esensi dan substansi. Manajer berbicara tentang apa yang harus dikerjakan, kepemimpinan berbicara tentang mengapa dan apa akibatnya bila hal tersebut harus dikerjakan. Dalam pelaksanaan manajemen diperlukan adanya teknik. Teknik-teknik manajemen kepemimpinan pendidikan di sekolah, yaitu: Teknik manajemen konvensional banyak menekankan pada aspek mekanisasi dan dekat dengan hubungan kemanusiaan, Management by personality Teknik ini dilaksanakan dengan diwarnai oleh pengakuan akan kewibawaan seseorang mengelola organisasi, Management by reward Teknik ini memunculkan dorongan kerja dengan motivasi ekstrinsik. Orang dianggap mau bekerja apabila diberi hadiah-hadiah atau pujian, Teknik manajemen modern Pada zaman sekarang, falsafah dasar demokrasi sudah berkembang dan kemudian muncul upaya baru dalam memanajemen proses pendidikan, Management by delegation Teknik ini dilaksanakan dengan memberikan kepercayaan dan pengakuan atas prestasi dan kemampuan anggota, dan Management by system Teknik ini dilaksanakan dengan melihat komponen-komponen yang ada dalam organisasi pendidikan sebagai kesatuan yang utuh. Misalnya, sekolah. Setiap sekolah pasti harus ada yang namanya pemimpin, Kepemimpinan (pemimpin) adalah terjemahan dari bahasa Inggris leadership yang berasal dari kata leader yang berarti pemimpin. Menurut Sutisna, kepemimpinan adalah proses mempengaruhi kegiatan seseorang atau kelompok dalam usaha ke arah pencapaian tujuan dalam situasi tertentu. Menurut Soepardi, kepemimpinan adalah kemampuan untuk menggerakkan, mempengaruhi, memotivasi, mengajak, mengarahkan, menasihati, membimbing, menyuruh, memerintah, melarang, dan bahkan menghukum (kalau perlu) serta membina dengan maksud agar manusia sebagai media manajemen mau bekerja dalam rangka mencapai tujuan administrasi secara efektif dan efisien. Nah jadi itu lah yang dinamakan manajemen sekolah di setiap sekolah pasti ada yang namanya berbagai tahap, kegiatan, manajemen, dll. Dalam manajemen sekolah ini harus berkesinambungan antara tujuan dan fungsi manajemen sekolah serta peran pemimpin juga sangat penting dalam manajemen sekolah yaitu kepala sekolah.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

SILABUS

 Nama: Nur Khalis NIM: 12001314 Kelas: 4H/PAI Makul: Magang 1 SILABUS       Dari beberapa referensi yang sudah saya baca bahwasanya Sebelum ...