Sabtu, 02 April 2022

KULTUR SEKOLAH

 

Nama : Nur Khalis

Nim : 1201314

Kelas : 4H



  Kultur Sekolah

 

Berbicara tentang kultur sekolah yang saya pahami kultur sekolah merupakan kreasi bersama seluruh masyarakat sekolah yang dapat dipelajari dan teruji dalam memecahkan kesulitan-kesulitan yang dihadaqpi sekolah dalam mencetak lulusan yang cerdas, terampil dan mandiri

Dalam menunjang keberhasilan tujuan yang diharapkan tersebut, kultur sekolah merupakan bentuk komitmen bersama yang dipakai untuk melakukan hidup bersama serta diterapkan memecahkan kesulitan-kesulitan yang dihadapi sekolah dalam mencetak lulusan yang cerdas dan berahlak budaya sekolah sebagai sebuah sistem orientasi bersama (norma-norma, nilai-nilai, dan asumsi-asumsi dasar) yang dipegang oleh warga sekolah yang akan menjaga kebersamaan unit dan memberikan identitas yang berbeda dari sekolah lain.

Jadi dapat saya pahami kultur sekolah sebagai keyakinan dan nilai-nilai milik bersama yang menjadi pengikat kuat kebersamaan mereka sebagai suatu warga masyarakat sekolah.Dengan kata lain dapat dikatakan bahwa budaya sekolah adalah suatu pola pendapat-pendapat dasar, nilai-nilai, keyakinan-keyakinan, dan kebiasaan-kebiasaan yang dipegang bersama oleh seluruh warga sekolah, yang diyakini dan telah terbukti dapat dipergunakan untuk menghadapi berbagai problem dalam beradaptasi dengan lingkungan yang baru dan melakukan integrasi internal, sehingga pola nilai dan asumsi tersebut dapat diajarkan kepada anggota dan generasi baru agar mereka memiliki pandangan yang tepat bagaimana seharusnya mereka memahami, berpikir, merasakan dan bertindak menghadapi berbagai situasi dan lingkungan yang ada Jadi kultur sekolah dapat diartikan sebagai kualitas lingkungan, suasana, rasa, sifat dan iklim yang dirasakan oleh seluruh orang Kultur sekolah merupakan kultur organisasi dalam konteks persekolahan, sehingga kultur sekolah kurang lebih sama dengan kultur organisasi pendidikan. Kultur sekolah dapat diartikan sebagai kualitas kehidupan sebuah sekolah yang tumbuh dan berkembang berdasarkan spirit dan nilai-nilai sebuah sekolah. Biasanya kultur sekolah ditampilkan dalam bentuk bagaimana kepala sekolah, guru dan tenaga kependidikan lainnya bekerja, belajar dan berhubungan satu sama lainnya sehingga menjadi tradisi sekolah Terciptanya kultur sekolah tidak lain adalah untuk memperbaiki kinerja sekolah meliputi kepala sekolah, guru, siswa, karyawan maupun orang tua siswa, hanya akan terjadi manakala kualifikasi budaya sekolah tersebut sehat, solid, kuat, positif, dan profesional.Artinya, bahwa budaya sekolah menjadi komitmen luas bagi warga dan menjadi kepribadian sekolah, serta didukung oleh stakeholder sekolah. Dengan budaya sekolah yang sehat, suasana kekeluargaan, kolaborasi, semangat untuk maju, dorongan bekerja keras dan kultur belajar mengajar yang bermutu dapat diciptakan. Siswa dan guru akan saling bekerjasama untuk berperilaku yang baik, bekerja maksimal, meletakkan target tertinggi serta mewaspadai adanya kultur negatif yang menyimpang dari norma-norma, nilai-nilai, dan keyakinan yang menjadi komitmen bersama.Perbaikan sistem persekolahan pada intinya adalah membangun sekolah dengan kekuatan utama sekolah tersebut. Perbaikan mutu sekolah perlu memahami budaya sekolah sebagai modal dasarnya. Melalui pemahaman budaya sekolah, maka aneka permasalahan sekolah dapat diketahui dan pengalaman-pengalamannya dapat direfleksikan. Setiap sekolah memiliki keunikan berdasarkan pola interaksi komponen sekolah secara internal dan eksternal. Oleh sebab itu, dengan memahami ciri-ciri kultural sekolah akan dapat diusahakan tindakan nyata untuk perbaikan mutu.

Bagi sebuah lembaga khususnya sekolah kultur ibarat nyawa manusia.Tanpa kultur sekolah seperti raga tanpa nyawa. Kultur memiliki peran yang sangat strategis dalam organisasi karena menentukan keberhasilan organisasi tersebut mulai dari kepala sekolah, guru, stap karyawan hingga pada siswa. Kultur sekolah diyakini memiliki peran dalam menghasilkan kinerja yang terbaik pada masing-masing individu, kelompok kerja atau unit kerja sekolah. Oleh karena itu, sekolah sebagai satu institusi, perlu membangun hubungan sinergitas antar warga sekolah yang positif agar memperbaiki kualitas sekolah yang bersangkutan. Beberapa kajian menunjukkan salah satu faktor penghambat pencapaian prestasi sekolah ialah kultur atau budaya sekolah. Oleh karena itu, untuk memperbaiki kualitas sekolah perlu dilakukan melalui sentuhan budaya sekolah terlebih dahulu jika mutu pendidikan ingin diperbaiki.

Kultur sekolah berperan dalam mengembangkan prestasi siswa melalui nilai-nilai utama dan nilai pendukung; yaitu nilai berprestasi,kedisiplinan,kebersihan dan religi. Adapun nilai pendukung seperti tanggung jawab,kejujuran, toleransi, yang dibudayakan melalui tugas-tugas yang diberikan kepada peserta didik oleh pendidik.gambaran tentang kultur dengan melihat dua lapisan. Lapisan pertama sebagian dapat diamati dan sebagian lainnya tidak diamati.Dari pengelompokan ini maka dapat dipisahkan antara kultur yang dapat dilihat dengan yang tidak dapat dilihat, dan lapisan yang bisa diamati antara lain desain arsitektur gedung, tata ruang, desain eksterior dan interior sekolah, kebiasaan, peraturan-peraturan, cerita-cerita, kegiatan upacara, ritual, simbol-simbol, logo, slogan, bendera, gambar-gambar yang dipasang, tanda-tanda yang dipasang, sopan santun, cara berpakaian warga sekolah. Sedangkan hal-hal di balik itu tidak dapat diamati, tidak kelihatan dan tidak dapat dimaknai dengan segera. Lapisan pertama ini berintikan norma perilaku bersama warga organisasi yang berupa norma-norma kelompok, cara-cara tradisional berperilaku yang telah lama dimiliki suatu kelompok masyarakat (termasuk sekolah). Norma-norma perilaku ini sulit diubah, yang biasa disebut sebagai artifak. Lapisan kedua merupakan nilai-nilai bersama yang dianut kelompok berhubungan dengan apa yang penting, yang baik, dan yang benar. Lapisan kedua ini semuanya tak dapat diamati karena terletak dalam kehidupan bersama. Kultur pada lapisan kedua ini sangat sulit atau bahkan sangat kecil kemungkinannya untuk diubah serta memerlukan waktu yang lama.

Kultur sekolah beroperasi secara tidak disadari oleh para pendukungnya dan telah lama diwariskan secara turun temurun. Kultur mengatur perilaku dan hubungan internal serta eksternal. Hal ini perlu dipahami dan digunakan dalam mengembangkan kultur sekolah. Nilai-nilai baru yang diinginkan tidak akan segera dapat beroperasi bila berhadapan/berbenturan dengan nilai-nilai lama yang telah berurat berakar akan dapat menghambat introduksi perilaku baru yang diinginkan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

SILABUS

 Nama: Nur Khalis NIM: 12001314 Kelas: 4H/PAI Makul: Magang 1 SILABUS       Dari beberapa referensi yang sudah saya baca bahwasanya Sebelum ...