Nama: Nur Khalis
NIM: 12001314
Kelas: 4H/PAI
Makul: Magang 1
Dari beberapa referensi/buku yang sudah saya amati/baca bahwasanya Kata “character” berasal dari bahasa Yunani charassein, yang berarti to engrave (melukis, menggabar), seperti orang yang melukis kertas, memahat batu atau metal.Berakar dari pengertian seperti itu, character kemudian diartikan sebagai tanda atau ciri yang khusus, dan karenanya melahirkan suatu pandangan bahwa karakter adalah pola perilaku yang bersifat individual, keadaan moral seseorang. Setelah melewati tahap anak-anak, seseorang memiliki karakter, cara yang dapat di ramalkan bahwa karakter seseorang berkaitan dengan perilaku yang ada disekitar dirinya. Maknanya dari pengertian pendidikan karakter yaitu merupakan berbagai usaha yang dilakukan oleh para personil sekolah bahkan yang dilakukan bersama-sama dengan orang tua dan anggota masyarakat, untuk membantu anak-anak dan remaja agar menjadi atau memiliki sifat peduli, berpendirian,bertanggung jawab. Lebih lanjut Williams (2000) menjelaskan bahwa makna dari pengertian pendidikan karakter tersebut awalnya di gunakan oleh Commission on Character Education di Amerika sebagai suatu istilah payung yang meliputi berbagai pendekatan, filosofi, dan program.pemecahan masalah, pembuatan keputusan, penyelesaian konflik meruoakan aspek yang penting dari pengembangan karakter moral. Oleh karena itu, didalam pendidikan karakter semestinya memberikan kesempatan kepada siswa untuk mengalami sifat-sifat tersebut secara langsung. Nah, selain itu adapun fungsi pendidikan karakter yaitu segala sesuatu yang dilakukan guru, yang mampu mempengaruhi karakter peserta didik. Guru membantu membentuk watak peserta didik. Hal ini mencakup keteladan bagaimana perilaku guru, cara guru berbicara atau menyampaikan materi, bagaimana guru bertoleransi, dan berbagai hal terkait lainnya. Pendidikan karakter berfungsi :
- Mengembangkan potensi dasar agar berhati baik, berpikiran baik, dan berperilaku baik.
- Memperkuat dan membangun perilaku bangsa yang multikultur.
- Menigkatkan peradaban bangsa yang kompetitif dalam pergaulan dunia.
Nah selain dari fungsinya, Pendidikan karakteristik juga memiliki tujuan yang mana tujuannya yaitu:
Menurut Lickona ada tujuh alasan mengapa pendidikan karakter itu harus disampaikan:
- Merupakan cara terbaik untuk menjamin anak-anak (siswa) memiliki kepribadian Yang baik dalam kehidupannya.
- Merupakan cara untuk meningkatkan prestasi akademik
- Sebagian siswa tidak dapat membentuk karakter yang kuat bagi dirinyandi tempat Lain.
- Mempersiapkan siswa untuk menghormati pihak atau orang lain dan dapat hidup Dalam masyarakat yang beragam.
- Berangkat dari akar masalah yang berkaitan dengan problem moral sosial, seperti Ketidaksopaan, ,kekerasan,pelanggaran kegiatan seksual, dan etos Kerja (belajar) yang rendah.
- Merupakan persiapan terbaik untuk menyongsong perilaku di tempat kerja.
- Mengajarkan nilai-nilaai budaya merupakan bagian dari kerja peradapan.
Pendidikan bukan hanya berfungsi sekedar berfungsi sebagai media untuk mengembangkan kemampuan semata, melainkan juga berfungsi untuk membentuk watak dan peradapan bangsa yang bermatabat.Dari hal ini maka sebenarnya pendidikan watak (karakter) tidak bisa ditinggalkan dalam fungsinya dalam berfungsinya pendidikan.Oleh karena itu, sebagai fungsi yang melekat pada keberadaan pendidikan nasional untuk membentuk watak dan peradapan bangsa, pendidikan karakter merupakan manisfestasi dari peran tersebut. Untuk itu, pendidikan karakter menjadi tugas dari semua pihak yang terlibat dalam usaha pendidikan(pendidik).
Secara umum
1) Karakteristik anak usia sekolah dasar (SD)
Anak-anak usia sekolah ini memiliki karakteristik yang berbeda dengan anak-Anak yang usianya lebih muda. Ia senang bermain, senang bergerak, senang bekerja Dalam kelompok, dan senang merasakan atau melakukan sesuatu secara langsung. Oleh sebab itu, guru hendaknya mengembangkan pembelajaran yang mengandung Unsur permainan, mengusahakan siswa perpindah atau bergerak, bekerja atau belajar Dalam kelompok, serta memberikan kesempatan untu terlibat langsung dalam Pembelajaran.
Menurut Havighurst, tugas perkembangan anak usia sekolah dasar meliputi:
- Menguasai keterampilan fisik yang diperlukan dalam permainan dan aktivitas Fisik
- Membina hidup sehat
- Belajar bergaul dan bekerja dalam kelompok
- Belajar menjalankan peranan sosial sesuai dengan jenis kelamin
- Belajar membaca, menulis, dan berhitung agar mampu berpartisipasi dalam Masyarakat
- Memperoleh sejumlah konsep yang diperlukan untuk berpikir efektif
- Mengembangkan kata hati, moral dan nilai-nilai
- Mencapai kemandirian pribadi
2) Karakteristik anak usia sekolah menengah (SMP)
Terdapat sejumlah karakteristik yang menonjol pada anak usia SMP ini, yaitu:
- Terjadinya ketidak seimbangan proporsi tinggi dan berat badan
- Mulai timbulnya ciri-ciri seks sekunder.
- Kecenderungan ambivalensi, antara keinginan menyendiri dengan keinginan Bergaul, serta keinginan untuk bebas dari dominasi dengan kebutuhan bimbingan Dan bantuan dari orang tua.
- Senang membandingkan kaedah-kaedah, nilai-nilai etika atau norma dengan Kenyataan yang terjadi dalam kehidupan orang dewasa
- Mulai mempertanyakan secara skeptis mengenai eksistensi dan sifat kemurahan Atau keadilan tuhan
- Reaksi dan ekspresi emosi masih stabil
- Mulai mengembangkan standard dan harapan terhadap perilaku diri sendiri yang Sesuai dengan dunia social
- Kecenderungan minat dan pilihan karir relative sudah lebih jelas.
3) Karakteristik anak usia remaja
Masa remaja sering dikenal dengan masa pencarian jati diri (ego identity). Masa Remaja ditandai dengan sejumlah karakteristik penting, yaitu:
- Mencapai hubungan yang matang dengan teman sebaya
- Dapat menerima dan belajar peran sosial sebagai pria atau wanita dewasa yang Dijunjung tinggi oleh masyarakat
- Menerima keadaan fisik dan mampu menggunakannya secara efektif.
- Mencapai kemandirian emosional dari orang tua dan orang dewasa lainnya.
- Memilih dan mempersiapkan karir dimasa depan sesuai dengan minat dan Kemampuannya
- Mengembangkan sikaf positif terhadap pernikahan, hidup berkeluarga, dan Memiliki anak.
- Mengembangkan keterampilan intelektual dan konsep-konsep yang diperlukan Sebagai warga negara
- Mencapai tingkah laku yang bertanggung jawab secara sosial.
- Memperoleh seperangkat nilai dan system etika sebagai pedoman dalam Bertingkah laku
- Mengembangkan wawasan keagamaan dan meningkatkan religiusitas
Adapun faktor yang mempengaruhi karakteristik peserta Yaitu Faktor faktor yang berasal dari dalam diri individu, Faktor yang berasal dari luar diri individu, dan Faktor-faktor umum.
Faktor –faktor yang berasal dari dalam diri individu:
- Bakat atau pembawaan
- Sifat-sifat keturunan
- Dorongan dan instink
Faktor yang berasal dari luar diri individu:
- Makanan
- Ekonomi
- Kedudukan anak dalam lingkungan keluarga
Faktor-faktor umum:
- Intelegensi
- Kesehatan
- Ras
Nah, adapun Perbedaan Individu Peserta Didik Secara umum, perbedaan individual dibedakan atas dua, yaitu perbedaaan secara vertikal dan perbedaan secara horizontal.Perbedaaan vertikal adalah perbedaan individu dalam aspek jasmaniah, seperti bentuk, tinggi, besar, kekuatan, dan sebagainya.Sedangkan perbedaan horizontal adalah perbedaan individu dalam aspek mental, seperti tingkat kecerdasan, bakat, minat, ingatan, emosi, temperamen, dan sebagainya.
MUNGKIN HANYA ITU YANG DAPAT SAYA SAMPAIKAN DALAM MINGGU INI, SEE YOU NEXT WEEK!

Tidak ada komentar:
Posting Komentar