Sabtu, 11 Juni 2022

SISTEM EVALUASI

 Nama : Nur Khalis

Nim : 12001314

Kelas : 4H

Prodi : PAI

Makul : magang 1


SISTEM EVALUASI


Dari berbagai sumber yang telah saya baca dan pahami dapat di simpulkan bahwasanya Sistem Evaluasi mencangup banyak konsep Dasar antara lainEvaluasi memang cukup sulit untuk dijelaskan. Itu sebabnya, para ahli turut menjelaskan, dengan pendapat serta pandangan masing-masing.Secara garis besar, pengertian evaluasi dalam pendidikan adalah penilaian terhadap suatu kualitas Evaluasi juga dipandang sebagai proses merencanakan, memperoleh, dan menyediakan informasi yang sangat diperlukan.Maka perlu dilakukan proses evaluasi yang sistematis, guna menentukan sejauh mana tujuan pengajaran telah dicapai oleh siswa.

Jenis Evaluasi

Evaluasi memiliki dua jenis berbeda, yakni formatif dan sumatif. Berikut pembahasan tentang jenis evaluasi, selengkapnya:

1. Evaluasi Formatif

Penilaian terhadap hasil yang telah dicapai, dari kegiatan atau program kerja yang telah dilaksanakan.Biasanya, evaluasi ini dilakukan secara rutin, setiap bulan atau per tahun.Sesuai dengan keperluan informasi hasil penilaian, di mana manfaatnya, memberikan umpan balik kepada manajer program, terkait kemajuan yang telah dicapai.Selain itu, juga untuk mengetahui, apa saja hambatan yang dihadapi selama kegiatan pun program kerja berlangsung.

2. Evaluasi Sumatif

Penilaian terhadap hasil yang telah dicapai dari kegiatan atau program kerja, secara keseluruhan, dari awal hingga akhir.Evaluasi jenis ini dilakukan di akhir kegiatan, dengan jangka waktu yang ditetapkan.Jika program kerja atau kegiatan memiliki jangka waktu enam bulan, maka evaluasi sematif, juga dilakukan menjelang akhir bulan tersebut.Sementara untuk evaluasi dari dampak kegiatan atau program kerja, bisa dilakukan usai proyek berakhir, dengan memperhitungkan efeknya yang sudah nyata terlihat.Mengapa ada tujuan evaluasi? Sebab, kegiatan ini dilakukan bukan tanpa tujuan. Ada pencapaian yang ingin tuju.Secara khusus, terdapat beberapa tujuan evaluasi, antara lain:

1.Mengetahui sebaik apa tingkat penguasaan seseorang terhadap kompetensi yang telah ditetapkan.

2.Mengetahui kesulitan apa saja yang dialami seseorang dalam kegiatan, hingga bisa dilakukan diagnosis, serta memungkinkan remedial teaching (perbaikan).

3.Mengetahui tingkat efisiensi dan efektivitas suatu metode, media, serta sumber daya lain, dalam pelaksanaan kegiatan.

Sebagai hasil dan informasi penting bagi pelaksana evaluasi, untuk memperbaiki kekurangan yang ada.

4.Menjadikannya sebagai acuan, di masa mendatang, dalam mengambil keputusan.

Fungsi Evaluasi

Fungsi evaluasi bermanfaat bagi pihak yang melakukan pun yang dievaluasi, seperti beberapa di antaranya:

1. Diagnosa

Bertujuan untuk mengetahui kelebihan serta kekurangan seseorang dalam bidang kompetensi tertentu. Contoh kelebihan dan kekurangan seorang siswa, dalam mata pelajaran yang ia dapat di sekolah.

2. Penempatan

Bertujuan untuk mengetahui di mana posisi terbaik seseorang dalam suatu bidang tertentu. Contoh, posisi terbaik apa untuk seorang karyawan, sesuai bidang, di perusahaan.

3. Pengukuran Keberhasilan

Mengukur tingkat keberhasilan suatu program, termasuk metode dan sarana yang digunakan, serta pencapaian tujuan.

4. Selektif

Menyeleksi seseorang, apakah memiliki komptensi sesuai standar yang ditetapkan. Contoh, menentukan seseorang diterima kerja atau tidak, naik jabatan atau tidak, dan lainnya

Metode Evaluasi

Evaluasi bisa dilakukan dengan berbagai metode, tergantung pada bidang yang akan dievaluasi, serta hasil yang di-inginkan.

1. Metode 360 Derajat

Mendapatkan umpan balik (feecback) ganda, yakni selain dari pimpinan perusahaan/instansi, juga berasal dari kolega hingga konsumen.

Prosesnya dilakukan setiap tahun, kepada seluruh elemen organisasi, dengan tujuan:

1.Memberikan umpan balik soal kelebihan dan kekurangan kinerja organisasi;

2.Mengenali arah strategis pengembangan organisasi;

3.Meningkatkan kolaborasi, saling pengertian antara unit organisasi;

4.Memberikan penghargaan dan insentif atas pencapaian prestasi; serta

5.Mengembangkan pembelajaran dalam hal keterbukaan—menerima kritik.

Ada tiga hal yang perlu diperhatikan, dalam metode evaluasi 360 deraja.

Anda butuh informasi dari para konsumen internal dan eksternal, karyawan unit organisasi, serta jajaran manajemen, karena proses evaluasi perlu keterlibatan seluruh stakeholder.

Pengumpulan Informasi

Ada lima metode yang perlu dilakukan

1.Evaluasi dari pelanggan eksternal: melakukan survei kepuasan pelanggan tentang kemudahan akses, sisi administrasi, kenyamanan lingkungan, sikap karyawan, hingga cara menyikapi outcome. Dengan menyediakan kotak kritik dan saran.

2.Evaluasi antar-unit internal: mengevaluasi kinerja, meliputi sepuluh hal di antaranya, kualitas pelayanan, partisipasi, profesionalisme, peningkatan kegiatan, dan semangat kelompok. Setiap poin diberi nilai 1 (terburuk) hingga 10 (sempurna).

3.Evaluasi mandiri: mewajibkan setiap bidang dalam organisasi melakukan evaluasi internal, terhadap kinerja masing-masing (self-evaluation), menggunakan penilaian serta alat yang sama, dengan evaluasi antar-unit.

4.Evaluasi manajemen: dilakukan oleh tim—manajer fungsional, manajer umum, dan pimpinan eksekutif—dengan memberikan feedback atas capaian yang berada di bawah tanggung jawabnya.

5.Evaluasi manajemen senior: dilakukan oleh seluruh unit organisasi terhadap kinerja, para manajer senior, termasuk pimpinan tertinggi. Dilakukan kepada kepemimpinan, strategi perencanaan, komunikasi, gaya manajemen, hubungan eksternal, hingga semangat kelompok.

Tahap Evaluasi

Evaluasi memiliki tahapan yang harus diikuti, meski tak selalu sama, tetapi berbagai tahapan penting untuk dilakukan, berkaitan dengan hasil akhir dari proses evaluasi itu sendiri.

1. Menentukan Apa Saja yang Akan Dievaluasi

Dapat mengacu pada suatu program kerja atau kegiatan lainnya, di mana terdapat faktor-faktor yang bisa serta perlu dievaluasi.

Tetapi secara umum, yang menjadi prioritas adalah hal-hal yang menjadi kunci utama (key-success).

2. Merancang Kegiatan Evaluasi

Desain, evaluasi seperti apa yang akan dilaksanakan, agar data-data yang dibutuhkan, tahapan kerja, serta siapa saja yang dilibatkan, dan apa saja yang dihasilkan, menjadi jelas, sebelum evaluasi berlangsung.

3. Pengumpulan Data Evaluasi

Pengumpulan data dapat dilakukan secara efisien dan efektif, sesuai kaidah-kaidah ilmiah yang berlaku, dan kebutuhan serta kemampuan.

4. Analisis Data dan Pengolahannya

Menganalisis data yang diterima, bisa berupa pengelompokan agar lebih mudah di-analisis dengan menggunakan alat penganalisis yang sesuai.

Sehingga menghasilkan fakta terpercaya, dan hasil analisis, kemudian dapat dibandingkan dengan harapan atau rencana awal.

5. Pelaporan Hasil Evaluasi

Tahapan evaluasi terakhir adalah pelaporan hasil, untuk dimanfaatkan oleh pihak-pihak yang mempunyai kepentingan.

Sebab, hasil evaluasi itu harus di-dokumentasikan secara tertulis, agar bisa dibaca dan bermanfaat sebagaimana mestinya.

Contoh Evaluasi

Agar lebih mudah memahami evaluasi, mari menyelami beberapa contoh, lengkap dengan penjelasannya berikut ini:

Tes Objektif

Contoh evaluasi pembelajaran disebut juga dengan dikotomi, karena jawabannya antara benar atau salah, dan penilaian skornya antara 1 atau 0.Disebut objektif, karena siapapun yang mengoreksi jawaban pada tes ini, hasinya akan tetap sama, sebab terdapat kunci jawaban; jelas.

Terdapat beberapa bentuk dari tes jenis ini, di antaranya:

• Benar-salah,

• Pilihan ganda, dan

• Mencocokan hingga melengkapi jawaban atau jawaban singkat.

Sama halnya dengan yang disampaikan oleh Whiterington, soal evaluasi pembelajaran.Itulah penjelasan soal pengertian evaluasi, hingga tahapan-tahapannya. Di mana secara umum, evaluasi dapat diartikan sebagai proses sistematis.Dalam membuat, memeriksa, menentukan, atau menyediakan informasi, terhadap program kerja pun kegiatan yang dilakukan.Tujuannya, lagi-lagi untuk mengetahui, sejauh mana tujuan dari program yang telah dilakukan tercapai. Sekian, semoga bermanfaat.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

SILABUS

 Nama: Nur Khalis NIM: 12001314 Kelas: 4H/PAI Makul: Magang 1 SILABUS       Dari beberapa referensi yang sudah saya baca bahwasanya Sebelum ...