Pontianak, 19 Desember 2020
Pantang Mundur Sebelum Meluncur
Assalamualaikum Wr...... Wb........, Hallo guys, baiklah kita jumpa lagi diblog saya yang mana disini saya akan menceritakan Biografi Tokoh. Disini saya mengabil tokoh Guru SMA saya yang bernama Ibu Rahmi Nuraztia, S. P. , M. Sc
Bunda Rahmi itulah panggilan untuk guru Biologi ku di Man Kota Singkawang. Nama aslinya Rahmi Nuraztia, guru Biologi untuk kelas 11 dan 12. Umurnya hampir 50 tahunan . memiliki kulit putih mulus, hidungnya yang mancung , tubuh yang ramping, dan memiliki tubuh yang tidak terlalu tinggi. Jikalau ia senyum, sungguh manis senyumannya, namun jika ia sedang marah jangan harap melihat senyum nya yang manis.
Bu Rahmi pernah menempuh pendidikan di SMAN 1 Pontianak, karena asal kelahirannya dari Pontianak. Lalu Ia menempuh Pendidikan Kuliahnya di Universitas Gajah Mada angkatan 2009 dengan mengambil jurusan Biologi . Setelah mendapat gelar S1 , ia melanjutkan pendidikannya di Universitas Tanjung Pura Pontianak untuk mendapatkan gelar S2 dengan Jurusan Agronomy.
Banyak sekali prestasi yang ia raih selama menjadi Guru di Man kota Singkawang. Baru baru ini ia meraih juara 2 tingkat provinsi dalam lomba KTI dalam rangka memperingati HUT PGRI Ke-75 & HGN 2020. Ia juga berhasil dalam mendidik dan mengajarkan siswa yang berprestasi dalam lomba LKTI hingga menjadi juara di tingkat provinsi.
Bunda rahmi merupakan tipe orang yang disiplin dan tegas. Ucapan yang di lontarkan sedikit melukai hati jika ia sedang marah. Namun sesekali ia akan bercanda walau tak begitu lucu yang ia canda kan. Selalu memberikan tugas kepada muridnya untuk bekal kuliah nanti dan sekarang memang terbukti apa yang ia ucapkan. Aku menyesal tak serius dalam mengerjakan tugas yang ia berikan kepada ku.
Bu Rahmi masih belum memiliki suami. Dengan umur yang sudah tidak muda lagi kami juga tidak tahu alasan ia tak menikah sampai sekarang. Apakah ia lebih mementingkan karir dan pendidikan nya atau pun ia memiliki alasan lain hingga saat ini ia belum menikah. Namun beberapa waktu yang lalu aku melihat ia membawa kedua ponakan nya jalan jalan ke mall. Mungkin dengan cara itu ia dapat menghibur diri dari lelahnya mengajar.
Pakaian yang ia kenakan saat mengajar begitu rapi dan sopan. Pakaian yang dikenakan sangat modis dan mengikuti tren anak muda masa kini dengan gamis atau baju dan rok yang ia kenakan. Ciri khas dari dia yang selalu di ingat hingga kini yaitu cara ia memakai kerudung. Tidak ada yang aneh dalam ia memakai kerudung namun ia menggunakan kerudung selalu ia sematkan ujung kerudung di pundaknya dan jika tak menggunakan kerudung seperti itu, ia akan menggunakan kerudung langsung yang sedikit panjang .
Guru yang paling awal datang ke sekolah termasuk bu Rahmi. Ia datang kesekolah dengan mengendarai sepeda motor, namun tak jarang ia menggunakan mobilnya. Tak lupa juga , beliau selalu membawa bekal makanan dan minumam dari rumah. Pantas saja ia terlihat sehat bugar di usiannya yang tak begitu muda lagi. Aku juga jarang melihat ia pergi ke kantin untuk membeli makanan di sana.
Ia memiliki hobi traveling ke beberapa tempat di Indonesia. Saat ku lihat lihat fotonya di media sosial instagram, ia kerap mengunjungi beberapa tempat yang ada di Indonesia salah satunya Bali dan Jakarta. Walau pun tanpa di dampingi pasangan hidup, ia sangat bahagia dengan hobinya ini.
Satu kejadian yang takkan pernah aku dan teman sekelas ku lupakan ialah ketika kami satu kelas di hukum oleh nya hanya gara gara terlambat mengambil proyektor ( Infocus). Seingat ku waktu itu kami telat untuk istirahat. Waktu istirahat kami hanya sempat di gunakan untuk sholat zuhur, selebihnya kami langsung masuk kelas kembali. Alangkah terkejutnya kami jika ia sudah di depan pintu kelas kami alhasil tidak ada satu pun yang mengambil Infocus tersebut. Hukumannya adalah belajar sambil berdiri sekitar 1 jam 25 menit. Cukup lelah yang aku dan teman sekelas ku rasakan. Namun kami tidak dapat memberontak , jika tidak kami akan mendapat hukuman tambahan.
Bu rahmi tidak kenal lelah dalam mengajar dengan kondisi apapun. Pernah satu kejadian tepatnya di hari rabu, kelas kami sudah terjadwal akan melaksanakan ulangan harian biologi selepas sholat zuhur. Namun di jam hampir menuju pukul 11 tiba tiba di depan sekolah kami terjadi kebakaran hutan. Iya, di sekitar sekolah kami memang banyak pepohonan dan hutan. Tak jarang jika musim kemarau sering terjadi kebakaran di dekat sekolah kami hingga menimbulkan asap yang cukup begitu tebal hingga membuat pengheliatan kami sedikit perih dan beberapa dari kami mengalami sesak napas. Satu sekolah mulai panik dengan adanya kebakarang di depan sekolah, siswa laki- laki termasuk aku sibuk memadamkan kobaran api yang begitu cepat melahap pepohonan . guru dan staf lainnya sibuk membantu memadamkan api dan menelpon pemadam kebakaran. Sekitar satu jam lebih akhirnya api dapat di padamkan. Biasanya jika sudah ada kejadian ini, kami di pulangkan lebih awal dari jam pulang kami biasanya. Namun tepat jam 1 lewat bu rahmi tiba tiba datang ke kelas kami sambil membawa kertas ulangan. Iya, kami jadi melanjutkan ulangan walau kondisi yang masih terdapat asap seusai kebakaran.
Beliau memiliki peraturan untuk di kelas yang cukup berbeda dari guru yang lainnya. Seperti larangan muridnya untuk membuka sepatu di dalam kelas, atau dilarang memakai sendal jika ingin ke WC. Harus selalu fokus memperhatikan beliau, jika tidak akan diberi bertubi tubi pertanyaan. Harus selalu menyiapkan proyektor sebelum ia masuk ke kelas. Jika ada siswa yang terlambat masuk ke kelas setelah ia masuk kelas, maka siswa tersebut di larang masuk ke kelas sampai jam pelajarannya berakhir. Kedisiplinan ini membuat kami begitu segan terhadap nya. Jikalau kita akan berkonsultasi mengenai tugas, harus menggunakan tutur kata yang sopan dan halus dan tidak ada kata bercanda sedikit pun jika berhadapan dengan nya.
Bu rahmi merupakan guru yang paling di takuti untuk semua angkatan dan paling di rindu kan saat kami sudah tidak bersekolah di MAN Kota Singkawang. Ia terlihat tegas dan sedikit menakutkan, ketahuilah ia begitu menyayangi anak muridnya hingga anak muridnya sukses di masa depan kelak. Cara penyampaian kasih sayang ke pada anak muridnya terasa cukup berbeda dari yang lain.
Namun, dengan segala ke ikhlasannya dalam mengajar anak muridnya ia mampu mengajar selama 30 tahun lebih di Man kota Singkawang ini . kedisiplinan dan ketegasan dalam ia mengajar juga akan selalu kami ingat dan kami terapkan sampai kapan pun. Hukuman hukuman yang ia berikan memberi kesan yang menarik untuk ku kenang selama masa SMA ini.
